Feeds:
Posts
Comments

Pesan Sponsor

Banyak yang menawarkan jasa pembelian nama domain, tetapi yang di bawah ini telah terbukti sebagai penyedia layanan domain terbaik.

Banner

Dengan control panel yang mudah dimengerti , menjadikan website ini terbaik.

Ongkos sama dengan yang ada di indonesia.

Sedangkan untuk penyedia jasa host, maka terpilih lah Hostgator. Bandwidth tak terbatas, storage tak terbatas dan akses yang cepat membuat perusahaan ini mendapat kelas tersendiri di hati penggunanya.

Kyrie Eleison

Marilah kita mulai berfikir, bagaimana seharusnya kita bertingkah laku di depan hadirat TuHan Dan Malaikatnya.

Chicago Trip

Akhirnya sempet juga nulis yang satu ini. Rencananya sih memang sudah lama ingin menulis tapi lagi-lagi ngga jadi karena kesibukan sehari-hari.

Begini ceritanya.

Pagi-pagi jam 4 saya harus bangun untuk ngejar bis di stasiun dover. CJ Trailways nama bisnya. Cukup terkenal dan nyaman. Cuman biaya agak mahal, sekitar $24 one way ($43 rountrip) untuk tujuan logan airport. Beli Ticket gampang banget. Petugas cuman minta duit dan KTP. Aman.

Pagi itu memang penumpang ngga terlalu banyak, hanya sekitar 10-15 orang. Bis dijadwalkan berangkat pukul 4:30 Pagi. Pak Sopir sudah agak tua tetapi terlihat masih tegap.
Setelah bis datang, Opa sopir itu pun segera menaikkan bagasi para penumpang dan kemudian berdiri di muka pintu masuk bis.

“Ticket Please…”, Katanya dalam bahasa jokaw (baca:jawa -red) yang kental.. he he he..
Continue Reading »

Hari ini hari pertama gempur masuk orientasi di TK  Horn Street di Dover.  Bangun pagi jam 7, gempur sudah mandi dan siap-siap. “Iam so exited mama” kata gempur. Soalnya, gempur emang sudah bosan di rumah terus.

Dari jauh hari, gempur sudah di beritahu bahwa dia ngga akan ketemu lagi semua temannya di St. Mary. Karena sekarang gempur sudah punya sekolah baru, yang lebih dekat dan murah (ehem ngga bayar gitu maksudnya).  Juga pulang di antar jemput oleh bis sekolah dan play ground yang luas.

Sampai di sekolah, gempur ketemu teman baru dan mulai kenalan. waktu ngga terasa sudah dua jam. Gempur harus pulang. Karena hari ini dan besok adalah cuma hari orientasi. Di mobil gempur berkata-kata lagi, kalau dia begitu senang dengan sekolah barunya itu.  Main terus katanya.

Yaaahh..

Baguslah, daripada di rumah terus ngga ada kegiatan.

FB, WP, FS

Facebook : Not really

WordPress : definitely

Friendster : Forget it

JuSched.exe

Banyaknya virus dan spyware yang beredar belakangan ini membuat hati saya sedikit miris. Komputer yang kita gunakan dapat dengan mudahnya terinveksi virus hanya dengan mengunjungi suatu website di internet. Hackerpu dengan mudahnya masuk ke dalam komputer kita tanpa kita menyadarinya.

Pada suatu hari, Sedang asik-asiknya browsing internet, secara tak sengaja saya mendapatkan artikel mengenai cara mengetahui apakah komputer kita sedang disusupi oleh hacker.Perintah yang digunakan adalah netstat -a
Perintah ini bisa di jalankan menggunakan cmd command (start – run – cmd.exe). Rasa penasaran segera menghantui saya. segeralah saya memraktekan instruksinya. kebetulan Versi windows yang saya gunakan adalah windows XP.

Start Run dan cmd.exe diikuti enter.

Setelah itu saya ketik netstat -a

Sepersekian detik kemudian saya mendapatkan hasilnya:

 

hasil netstat -a

hasil netstat -a

Salah satu entry memperlihatkan ip address yang menarik. Ip Address itu adalah 204.141.87.10.  Ini adalah keanehan bagi saya. Karena saya sama sekali tidak menggunakan internet explorer.

Panik sekali saat itu.  Paramater ESTABLISHED adalah status. Bahwa si pemilik IP address tersebut bisa mendownload apa saja dari computer saya atau bahkan sebaliknya.

Saya terus mencari tahu siapa pemilik ip address ini.

Berhari-hari melakukan pencarian tapi tak kunjung mendapatkan hasil. Menggunakan IP locator pun hanya menunjukkan letak si empunya IP address.  Sedangkan Whois database tidak dapat memberikan penjelasan yang berarti.

Saya panic dan memutuskan untuk tidak melakukan transaksi online.  Dari bank, pembayaran listrik dll.

Panik!!

Pada suatu hari, saya menemukan artikel tentang netstat –b yang bisa melihat program apa yang sedang dijalankan oleh si empunya IP misterius itu.

Saya mendaptkan ip itu sedang menjalankan program jusched.exe. Ternyata program ini adalah program dari Java. Program ini bertugas mengupdate java yang terinstall di computer kita sebulan sekali.
Entah mengapa, program tersebut terus berjalan sebagai resident program.
Setelah riset beberapa waktu, saya menemukan solusinya. Yaitu dengan mendeaktifasikan program java update tersebut.

Caranya.
Control panel
Klik Java icon
Klik update tab
Uncheck chek for update automatically
Lalu klik apply

 

Java Control Panel

Java Control Panel

Whuihh lega.
Ternyata itu bukan spyware.
Bisa online  transaksi lagi deh.

 
Sukhoi SU-MK2

Sukhoi SU-MK2

Jakarta – Terkuncinya misil pesawat tempur Sukhoi yang sedang berlatih di atas wilayah kedaulatan RI, tidak dilakukan oleh pesawat musuh dari luar.

Kemungkinan besar ada kesalahan setting dalam radar kedua pesawat tersebut sehingga terjadi kesalahan dalam mengidentifikasi pesawat. Pendapat tersebut dikatakan Penasihat Panglima TNI bidang Teknologi Jono Reksoprojo, ketika dihubungi SH, Sabtu (21/2).
“Sistem horizon membuat radar tidak bisa melingkar. Horizon bisa menangkap hanya dalam jarak yang cukup dekat.  Jadi sumbernya di dekat kita sendiri. Bisa saja setelan radar di pesawat itu yang tidak benar sehingga pesawat teman dianggap pesawat lawan, apalagi mereka terbang bersamaan,” katanya.
Dia menjelaskan, kesalahan setting radar itu kemungkinan besar terjadi karena adanya kesalahan penerjemahan atas panduan manual yang berbahasa Rusia ke dalam bahasa Inggris maupun Indonesia.

Dengan demikian, insiden tersebut merupakan human error (kesalahan manusia).
Dari sisi kelayakan pesawat sendiri, kecil kemungkinan ada kerusakan. Sebelum pesawat itu dikirim sudah dilakukan pengujian berkali-kali.
“Ini yang mesti diinvestigasi, jangan-jangan dari pesawat teman sendiri. Mungkin ada kesalahan penerjemahan atas airbone mission system, jadi bukan pesawatnya,” paparnya.
Marsekal Muda (Purn) Kusnadi Kardi, Ketua Air Power Club Indonesia (APCI) mengatakan, terkuncinya misil tersebut menunjukkan adanya sesuatu. Dari pengalaman beberapa waktu lalu, penguncian dapat dilakukan melalui kapal selam maupun satelit. Sukhoi sendiri dibuat oleh Rusia untuk keperluan sendiri, sedangkan yang dibuat di Irkuts khusus untuk negara di luar Rusia. Pesawat itu hanya untuk operasional, bukan untuk latihan.
Seorang penerbang yang tidak bersedia disebutkan namanya yang dihubungi SH, Sabtu (21/2) pagi, mengemukakan, kawasan latihan pesawat Sukhoi itu relatif berdekatan dengan jalur udara yang akan dilalui Menlu AS Hillary Clinton. Jadi untuk pengamanan, bisa saja pesawat-pesawat lain diperingatkan.
Sudah lumrah bila komunikasi pesawat-pesawat komersial terputus sejenak bila pesawat VVIP melintas. Terputusnya komunikasi itu tak membahayakan penerbangan, tegasnya. Menyinggung jalur penerbangan Jakarta-Seoul, dia menambahkan, dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, pesawat akan melintasi Laut Jawa, Banjarmasin, Palangkara Raya, Kota Kinabalu, pesisir Taiwan, lalu terus lurus ke Seoul. Jalur ini sebenarnya sama dengan ke Tokyo, tetapi nanti berpisah di atas Okinawa, sebab kalau ke Tokyo pesawat mengambil jalur agak ke kanan.
Berkaitan dengan jarak, penerbang itu menjelaskan jarak antara Banjarmasin-Makassar sekitar 150-200 nautical miles, atau kira-kira 25 menit waktu penerbangan bila kecepatan pesawat rata-rata 50 nautical miles per menit.

Akan Dicek
Terkait dengan insiden itu, Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II Marsekal Muda Yushan Sayuti mengatakan

, pihaknya akan mengecek seluruh sistem radar peringatan (Radar Warning System) pesawat Sukhoi SU-30MK2.
”Apa pun kemungkinannya akan kami cek, mulai dari sistem radar pesawat sampai kemungkinan ada pihak asing yang me-lock (mengunci) pesawat tersebut,” katanya menambahkan.
Yushan mengemukakan, kerusakan atau trouble pada sistem radar pesawat mungkin saja terjadi, baik di pesawat tempur buatan Barat maupun Timur. Jadi, meski pesawat tersebut sudah diuji coba dan hasilnya negatif, tetap ada kemungkinan saat latihan sistem tidak berjalan baik sebagaimana mestinya.
Yushan menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komandan Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) TNI dan pihak TNI Angkatan Laut.
Dari hasil koordinasi tersebut, tidak ditemukan adanya penerbangan gelap (black flight) atau permintaan izin terbang lintas di wilayah Indonesia.
Sementara itu, TNI AL juga mengabarkan tidak ada izin melintas dari kapal perang pihak lain. ”Meski begitu, kami akan mengecek pula dengan melakukan penyisiran, dan kami sudah mengerahkan pesawat intai Boeing dari Skuadron Udara 5,” ungkapnya.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama Ida Bagus Putu Dunia, menjelaskan, di masing-masing pesawat yang sedang berlatih itu terdapat instruktur terbang dari Rusia yang sedang melatih dua penerbang tempur TNI AU. Alarm missile lock kedua pesawat berbunyi secara tiba-tiba, tetapi kedua pesawat canggih yang dibeli dari Rusia itu tidak bisa mengenali siapa pihak yang mengunci mereka dengan tembakan misil.
Kedua instruktur itulah yang menyatakan alarm berbunyi karena pesawat di-lock missile.
”Saya menerima laporannya sekitar pukul 09.00 Wita,” kata Putu. Menurutnya, pesawat itu melakukan terbang pada ketinggian 15.000-20.000 kaki, atau sekitar 4.572 meter hingga 6.096 meter di
atas permukaan laut. ”Kami belum mengetahui siapa yang mengunci pesawat kami. Kami telah melakukan pencarian dengan mengirimkan pesawat intai Boeing 737-400 yang telah terbang berkeliling dalam radius sekitar 370 km dari VOR MKS di Makassar, tetapi pencarian itu tidak menemukan apa-apa,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR, Yusron Ihza Mahendra, di Jakarta, Jumat (20/2) petang, menyorot kritis insiden dua pesawat Sukhoi baru tipe SU30 MK2 itu. Menurutnya, apa pun yang terjadi terhadap Sukhoi itu, harus menjadi perhatian serius.
“Awal minggu depan ini, Komisi I DPR ada agenda sidang dengan Panglima TNI dan kami akan menanyakan hal itu secara serius,” tegasnya.
Yusron dengan nada curiga juga mempertanyakan keberadaan kedua Sukhoi itu, apakah memang dalam keadaan bagus ketika didatangkan dari Rusia.
”Yang pasti, waktu saya dan kawan-kawan meninjau di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar sekitar dua minggu yang lalu, pesawat itu dalam keadaan diparkir diam di landasan, dan mesin tentu saja dalam keadaan mati. Kami tentu tidak tahu, apakah pesawat-pesawat itu bermasalah atau tidak,” ungkapnya. (kristanto hartadi/sjarifuddin/ant)
 

Sumber : Sinar harapan